Mimpi Habibie yang Belum Terwujud

BJ Habibie/Foto:Ist
Penulis: Syahri Mahmud

KOPICURUP,ID - Projek pesawat komersil N250 yang digawangi BJ Habibie dihentikan karena dipaksa IMF. IMF tidak akan membantu Indonesia mengatasi krisis jika projek ini diteruskan. Inilah akal bulus kapitalis dunia yang tak ingin Indonesia ikut bermain di industri aviasi. Terbukti dengan gagalnya Indonesia keluar dari krisis walau sudah mendapat bantuan (pinjaman) dana dari IMF, bahkan krisis moneter makin besar dan meluas sampai kemudian terjadi krisis ekonomi yang memaksa soeharto turun dari singgasananya.

Justru Habibie lah yang mampu mengeluarkan Indonesia dari krisis ekonomi, dalam waktu kurang dari satu setengah tahun Habibie mampu menaikkan kurs rupiah ke dollar dari Rp 15.000 ke Rp 6.500. Capaian yang tidak bisa dilakukan presiden sebelum dan sesudahnya. 

Habibie juga tidak sepenuhnya patuh pada IMF. Dalam kasus subsidi BBM misalnya, IMF mensyaratkan pemerintah menghapus kebijakan subsidi BBM, oleh Habibie permintaan IMF ini ditolak. Dengan harga BBM yang tetap terjangkau oleh masyarakat yang sedang alami krisis, roda perekonomian di level bawah terus bergerak. Di dunia perbankan, habibie melakukan restrukturisasi dan rekapitulasi terhadap bank-bank bermasalah, sebagian bank-bank tersebut dimerger agar tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk terhadap ekonomi nasional. BI dipisahkan dari pemerintah hingga lebih leluasa dalam menjalankan fungsinya, dll. Kebijakan Habibie yang luar biasa mampu menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan.

Habibie mampu mengatasi tekanan ekonomi baik dari dalam maupun dari luar negeri. Tapi Habibie tak mampu atasi tekanan politik. Timor timur lepas dari Indonesia dan laporan pertanggung jawabannya ditolak oleh MPR yang berakibat berhentinya kekuasaan Habibie.

Kekuasaan yang hanya berumur kurang dari satu setengah tahun tidak cukup bagi Habibie mewujudkan impiannya, Indonesia menjadi pemain di dunia aviasi. N250 yang digadang-gadang sebagai pesawat tercanggih di masanya dan sudah berhasil dibangun 2 unit dari rencana 4 unit prototype dan sudah dilakukan uji terbang, kandas begitu kekuasaannya lepas. Penguasa setelah beliau tak berhasil membuat lompatan hebat sebagaimana Habibie, bahkan kondisi ekonomi Indonesia makin memburuk. Kurs rupiah yang berhasil dinaikkan oleh Habibie di angka Rp 6.500 terus melemah dan sampai sekarang bertahan di angka Rp 13.000an

Di masa Gusdur tahun 2000, industri aviasi coba dihidupkan kembali dengan mengubah IPTN ke PT Dirgantara Indonesia. Dengan tetap bekerjasama dengan CASA, tahun 2012 PT.DI berhasil memenuhi pesanan pesawat CN235 pesanan Korea Selatan dan TNI. Sampai saat ini PT. DI lebih banyak memproduksi komponen pesawat dan helikopter dan tidak pernah lagi melirik projek N250 yang digagas Habibie.

Tahun 2012 BJ Habibie dan putranya Ilham Habibie mencoba mewujudkan mimpinya membangun pesawat N250 dengan mendirikan perusahaan PT Regio Aviasi Industri. N250 diubah namanya jadi R80 karena menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. Projek pesawat R80 sampai beliau tutup usia belum bisa diwujudkan.

Selamat jalan pak Bacharuddin Jusuf Habibie, amal jariyahmu Insya Allah akan terus mengalir.

Syhari Mahmud, penggiat media sosial

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mimpi Habibie yang Belum Terwujud"

Posting Komentar