Menikmati Malam di Pasar Mambo Bang Mego Curup

Seorang pedagang di Pasar Mambo Curup menyiapkan pesanan pembeli.
Seorang pedagang di Pasar Mambo Curup menyiapkan pesanan pembeli.
Hujan baru saja reda, udara Kota Curup malam ini Selasa (11/4/17), terasa sangat dingin. Pasar Mambo, yang terletak persis di samping Pasar Bang Mego terlihat ramai. Tampak petugas parkir sibuk melayani kendaraan yang keluar masuk pasar.

Ada banyak pedagang yang menjajakan berbagai macam menu kuliner di pasar ini, kira-kira sekitar 30-an tenda. Tenda-tenda tersebut berada persis di pinggir jalan yang mengelilingi Pasar Bang Mego.

Sebenarnya, pasar yang buka khusus malam hari ini tidak memiliki nama khusus. Tetapi, masyarakat biasa menyebutnya Pasar Mambo Bang Mego. Entah kenapa disebut Pasar Mambo, saya tidak tahu persis.

Di sini, ada banyak panganan yang bisa kita pilih, mulai dari mie ayam, mie tumis, nasi goreng, nasi padang, sate kacang, pempek model, tekwan, pecel lele, martabak dan lainnya. Tidak ketinggalan menu minuman, mulai dari kopi panas, teh panas, bandrek dan sebagainya. Soal harga, tidak usah khawatir, sangat merakyat. Seperti nasi goreng hanya dibanderol Rp 10.000, mie ayam Rp 10.000, bandrek Rp 5.000, kalau bandrek plus telur harganya beda lagi.

Jika biasanya saya memesan segelas kopi curup, maka malam ini saya memilih minuman bandrek. Salah satu minuman khas Indonesia yang terbuat dari jahe, gula merah plus susu dan telur ayam kampung. Maklum saja, udara Kota Curup benar-benar dingin, saya rasa dengan segelas bandrek cukup menghangatkan tubuh yang menggigil.

Sruuppp....Hmm... benar saja, begitu bandrek ini disruput, rasa hangat mulai menjalar ke seluruh tubuh. Perlahan-lahan rasa dingin pun menghilang.

Bandrek. minuman favorit di Pasar Mambo Curup.
Pasar Mambo Bang Mego, termasuk pasar kuliner favorit masyarakat Kota Curup. Selain harga yang ditawarkan cukup murah, di sini kita bisa menikmati suasana malam dan dinginnya udara Kota Curup, tentunya sembari bercengkerama bersama teman, sahabat atau keluarga. Bahkan, pengunjung yang datang ke pasar ini tidak hanya dari dalam kota saja, tetapi banyak juga dari luar daerah. Biasanya, mereka ini adalah sekelompok orang yang memang mendapat tugas/dinas luar dari instansi tempatnya bekerja. Atau mereka yang memang berwisata dan bermalam di Kota Curup.

Waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB, Pasar Mambo belum sepi. Orang-orang masih saja datang silih berganti. Ada yang datang sendiri, berdua dan berkelompok. Saya perhatikan, kebanyakan dari mereka memesan minuman bandrek. Iya, bandrek termasuk salah satu menu favorit di Pasar Mambo ini, selain kopi curup tentunya. Sekilas, terdengar obrolan yang sedang dibicarakan, mulai dari obrolan ringan soal acara tinju bebas di televisi, hingga obrolan berat seputar politik dan korupsi. Ternyata, Pasar Mambo juga menjadi tempat yang asyik hanya sekedar untuk berdiskusi bersama teman.

Tahun Ini Pasar Mambo Direlokasi


Kebetulan, malam ini saya bertemu dengan teman lama. Nongkrongnya pun jadi agak lama. Ada banyak hal yang kami obrolkan, mulai soal pekerjaan, hingga harga kopi saat ini yang tembus Rp 24.000 per Kilogram. Kebetulan, teman saya ini punya kebun kopi dan sekarang sedang memasuki masa panen.

Waktu terus melaju, gelas bandrek sebenarnya sudah kosong. Tetapi, obrolan masih berlanjut. Bahkan, penjualnya pun sesekali ikut nimbrung di meja kami yang berada persis di belakang gerobak dagangannya. Mungkin, karena yang kami bicarakan ini soal rencana relokasi Pasar Mambo ke Pasar Kuliner di Lapangan Setia Negara Curup yang diagendakan mulai tahun ini. “Kalau aku ini nurut-nurut bae, apolagi kalau memang tujuannyo bagus. Kito dukunglah program pemerintah,” ujar pedagang tersebut.

Pemkab Rejang Lebong Bangun Pasar Kuliner


Di Lapangan Setia Negara ini rencananya akan dibangun Pasar Kuliner
Dalam rangka mewujudkan Kota Curup Kota Wisata, Pemkab Rejang Lebong tahun 2017 ini bakal membangun Pasar Kuliner yang cukup besar di Lapangan Setia Negara Curup. Tidak tanggung-tanggung, anggaran dana yang dikucurkan mencapai Rp 1 miliar lebih.

Informasinya, di Pasar Kuliner ini pemerintah akan membangun sebanyak 45 lapak pedagang berbentuk Leter U, mengelilingi Lapangan Setia Negara, dengan ukuran per lapak masing-masing 3 x 3 Meter. Lapak-lapak ini disiapkan khusus untuk para pedagang Pasar Mambo Bang Mego dan pedagang kuliner yang biasa berjualan di Lapangan Setia Negara. Sehingga nantinya, jika sudah direlokasi, maka Pasar Mambo yang berada di samping Pasar Bang Mego tutup dan Pasar Kuliner dipusatkan di Lapangan Setia Negara Curup.

Konsepnya, jangan berfikir seperti Pasar Mambo saat ini. Karena, di Pasar Kuliner itu nanti, pembeli bakal menikmati menu pesannya di lapangan terbuka. Sebab, pada bagian tengah lapangan sudah disiapkan meja dan kursi tempat kita menyantap panganan atau minuman yang sudah dipesan. Kalau hujan bagaimana? Pastinya, hal tersebut sudah dipikirkan solusinya.

Bocoran yang saya terima, selain membangun lapak pedagang, di Pasar Kuliner ini nantinya akan dibangun panggung hiburan. Panggung ini nanti akan diisi oleh berbagai macam jenis hiburan. Seperti, musik yang akan diisi oleh kelompok band, film, sepak bola dan sebagainya. Sehingga, pengunjung yang datang tidak hanya sekedar menikmati menu kuliner saja, tetapi juga bisa menikmati hiburan yang sudah disiapkan.

Apalagi? Pemerintah juga berencana menyiapkan free wiffi di seputar Pasar Kuliner yang bisa diakses oleh para pengunjung. Ke depan, di sekitar Lapangan Setia Negara juga akan dibangun taman bermain, sehingga pengunjungnya nanti tidak hanya orang dewasa. Tetapi, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, karyawan dan masyarakat umum dan para wisatawan yang berkunjung ke Kota Curup. Dengan konsep tersebut, Pasar Kuliner tidak hanya buka malam hari seperti selama ini. Tetapi, pedagang bisa membuka lapaknya mulai dari pagi.

Kalau Pasar Kuliner ini sudah jadi, mungkin termasuk sebagai Pasar Kuliner satu-satunya di Provinsi Bengkulu yang terpusat dan terkonsep. Harapannya, Pasar Kuliner ini bisa menjadi salah satu ikon Kota Curup sebagai Kota Wisata.

Hanya saja, untuk mewujudkan Pasar Kuliner yang memiliki daya tarik tergantung kepada pengelola pasarnya. Pengelola Pasar Kuliner harus kreatif dan memiliki pola managerial yang yang baik. Mulai dari cara promosi, menjalin kerja sama dengan pihak sponsor dan kerja sama dengan instasi lainnya. Sehingga, Pasar Kuliner ini tidak hanya sekedar Pasar Kuliner biasa, tetapi benar-benar memilki daya tarik dan menjadi ikon Kota Curup, serta mampu berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

*****

Tiba-tiba Handphone saya bergetar, tanda ada panggilang masuk. Segera saya perhatikan layar handphone, tertulis nama kontak security*. Buru-buru saya angkat. “Sekarang sudah jam berapa, kenapa belum pulang?!” katanya dari seberang sana.

Segera saya perhatikan jam tangan. Gawat!! Ternyata sudah pukul 23.30 WIB. “Iya..iya, ini juga sudah mau pulang,” jawabku terbata-bata*.

*Catatan: 1. Nama kontak tertulis security hanya candaan di tulisan ini saja, tidak yang sebenarnya. Tetapi yang benar saya tulis di kontak adalah My Dear , hehe... 2. Ketika menjawab telepon tersebut sesungguhnya saya tidak terbata-bata, tetapi biasa-biasa saja tuh. Serius :p

Tulisan ini saya tulis untuk menjawab tantangan Blogger Bengkulu dalam #NulisSerempak tentang #PasarBengkulu

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close