Kota Curup di Bawah Bayang-bayang Pohon Tua


Penulis: Iman Kurniawan


KOPICURUP,ID - Pernahkah kamu melintasi Jalan Sukowati, Rejang Lebong tengah malam? Tidak sedikit yang memacu kendaraannya sekencang mungkin, karena suasana jalan yang gelap gulita. Belum lagi di kiri kanannya terdapat pohon-pohon tua yang sangat besar. Rasa was-was, bukan hanya khawatir ada perempuan terbang yang tiba-tiba duduk di belakang. Tetapi juga khawatir ada orang yang memanfaatkan situasi untuk melakukan kejahatan.

Namun, dibalik keseraman Jalan Sukowati itu, eh... ada saja orang-orang yang memanfaatkan kesunyian malam. Motornya ada, tetapi orangnya tidak tampak, bersembunyi di balik pohon tua. Mungkin orang tersebut hanya sekedar mencari kehangatan disaat dinginnya udara malam Kota Curup (mencoba untuk positif thinking).

Melintasi Jalan Sukowati malam hari memang cukup seram, seperti memasuki lorong yang gelap. Tetapi, suasana seram itu sempat berubah beberapa saat, ketika pohon-pohon tua dihiasi oleh lampu berwarna warni. Ramai orang-orang yang sengaja mendatangi jalan ini malam hari hanya untuk ber-selfie ria. Walau pun sebenarnya pemasangan lampu hias warna warni itu kurang tertata, sekedar meliuk-liuk di pohon. Tetapi cukup menghibur, karena jarang dijumpai suasana seperti ini di Kota Curup.

Sayangnya, suasana indah Jalan Sukowati hanya sekejap saja. Banyak lampu hias yang mati dan tidak diganti dengan yang baru. Bahkan sekarang nyaris tidak tampak sama sekali. "Lho, dulu tujuannya memasang lampu hias itu untuk apa? Sekedar menghabiskan anggaran atau dalam rangka Kota Curup Kota Wisata?" kata seorang kawan, sembari menunggu pesanan kopi curup panas sampai. "Coba kau tanyakan sama Tuntejang," celetuk kawan lainnya (maaf bro Mitun 😋 ).

Kembali ke pohon tua. Baru-baru ini, pohon tua di Jalan Sukowati memakan korban. Salah satu pohon tua yang berada di depan UPT Dikbud Rejang Lebong tumbang dan menimpa orang yang ada di dekatnya. Sebanyak 4 orang jadi korban dan 2 orang di antaranya meninggal dunia. Dilansir dari Pedoman Bengkulu, 2 orang korban yang meninggal yaitu Rosita (38) warga Desa Tasikmalaya Kecamatan Curup Utara setelah sebelumnya sempat mendapat perawatan di Ruang ICU RSUD Curup, kemudian Erna (47) warga Desa Teladan Kecamatan Curup Selatan meninggal dunia di lokasi kejadian. Dan 2 orang mengalami luka-luka yakni Salfa Salsabila (10) anak dari Rosita, serta Safitri (35).

Sebelumnya, masyarakat sudah beberapa kali mengingatkan, agar dinas terkait segera mengambil tindakan, jangan sampai pohon tersebut tumbang dan menimbulkan korban jiwa. Namun, nasi sudah menjadi bubur, pohon tua benar-benar tumbang dan 4 orang jadi korban sekaligus. Jauh sebelum peristiwa pohon tumbang di Jalan Sukowati tersebut, sudah beberapa kali terjadi pohon tumbang. Seperti beberapa bulan lalu pohon tumbang di Jalan Ahmad Marzuki (depan SMKN 1 Rejang Lebong), Jalan Letjend Soeprapto (depan TPU) dan lainnya. Syukurnya, peristiwa pohon tumbang itu tidak sampai memakan korban.

Sebenarnya ada banyak pohon tua di Kota Curup ini. Mulai dari sepanjang Jalan Sukowati, Lapangan Setia Negara, Jalan Letjend Soeprapto dan lainya. Di satu sisi, keberadaan pohon tersebut cukup menghawatirkan, tetapi di sisi lain keberadaannya cukup membantu, melindungi kita dari panas matahari yang sangat menyengat. Coba perhatikan Jalan Sukowati di waktu siang, suasananya sejuk, karena ditumbuhi pohon-pohon besar. Keberadaan pohon ini pula lah penyubang poin besar sehingga Kota Curup mendapatkan Piala Adipura (tapi itu dulu..). 

Coba perhatikan pula pohon besar di Lapangan Setia Negara, banyak orang yang memanfaatkan pohon besar itu untuk berteduh sembari menikmati es degan. Beristirahat sejenak di bawah pohon, sebelum kembali bekerja. Lalu, apakah pohon-pohon tersebut harus ditebang seluruhnya?

Kita kembali bertanya kepada dinas terkait. Apakah memiliki data berapa banyak pohon-pohon yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah? Berapa usianya? Di mana saja lokasinya? Sehingga, dengan data ini pihak terkait bisa mengambil langkah-langkah, pohon mana saja yang harus dilakukan peremajaan dan pohon mana saja yang sudah berumur tua dan harus ditebang.

Jika dinas terkait memiliki data tentang pohon, tentu sesekali waktu bisa melakukan pengecekan terhadap pohon-pohon yang sudah berumur tua. Bagaimana kondisi akarnya, rantingnya, apakah berpotensi akan tumbang atau tidak. Serta di titik-titik mana saja yang harus dilakukan peremajaan. Tentu dengan data ini pula dinas terkait bisa merancang program kerja, untuk diajukan anggarannya di APBD, bisa juga bekerja sama dengan dinas/instansi lainnya untuk penyediaan bibit baru. Namanya kerja sama lintas sektoral. Misalnya, untuk pembibitan pohon baru dianggarkan oleh Dinas Kehutanan (sekarang di bawah wewenang Pemprov) atau Bidang Perkebunan untuk pohon produktif atau bahkan bekerja sama dengan lembaga BUMN melalui dana CSR-nya.

Memang, kita tidak serta merta menyalahkan pemerintahan sekarang, meskipun sebenarnya dianggap lalai. Semestinya, peremajaan pohon-pohon tua di sepanjang Jalur Sukowati itu sudah dilakukan sejak dulu, sehingga sekarang pohon-pohonnya sudah tumbuh besar dan pohon yang sudah tua tinggal ditebang saja. Tapi, tidak ada kata terlambat, mulai sekarang sudah harus dilakukan. Inilah kesempatan bagi Ahmad Hijazi di penghujung jabatannya, melakukan langkah konkrit menanam pohon baru. Kelak jika pohon-pohon itu sudah tumbuh besar dia bisa melihat dan bangga bahwa pohon-pohon yang rindang dan meneduhkan itu ditanam pada masa kepemimpinannya. Nanti juga akan menjadi cerita anak cucu, kalau pohon-pohon rindang ini di tanam pada masa pemerintahan Ahmad Hijazi.

Saya jadi teringat sewaktu SMP dulu, sekitar tahun 1996 atau 1997 persisnya saya lupa. Pada waktu itu, seluruh pelajar dilibatkan menanam pohon bersama. Kami dulu mendapat titik di Jalan Sukowati ujung, mulai dari lampu merah (dulu belum ada) sampai depan gedung DPRD. Setelah ditanami bibit pohon, masing-masing instansi yang di depannya ditanami pohon memiliki tanggung jawab untuk merawat pohon tersebut jangan sampai mati. Sekarang, momen-momen seperti ini sudah jarang sekali dilakukan, semua serba instan. Cukup download saja aplikasinya di play store, sirami dengan menu yang ada pada aplikasi tersebut, dalam sekejap pohon sudah tumbuh jadi besar. Jadilah dia kota baru lengkap dengan taman dan fasilitasi lainnya.

Terakhir, mari kita bersama-sama menjaga kota kesayangan kita agar tetap sejuk, indah dan aman. Kota yang sehat, sejahtera dan bertaqwa. Salam

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kota Curup di Bawah Bayang-bayang Pohon Tua"

Posting Komentar