Pintu Gerbang Utama Pulau Sumatera

Oleh: Andriadi Achmad


KOPICURUP,ID - Provinsi Bengkulu berdiri secara resmi setelah pemekaran dari provinsi induk Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) pada tanggal 18  November 1968. Saat itu, provinsi Sumbagsel dimekarkan menjadi 4 provinsi yaitu provinsi Sumatera Selatan, provinsi Lampung, provinsi Jambi, dan provinsi  Bengkulu.

Provinsi Bengkulu satu-satunya--kecuali provinsi Kepri dan provinsi Bangka Belitung sebagai provinsi kepulauan--provinsi yang tidak dilintasi jalan tol trans sumatera terbentang dari provinsi Lampung sampai provinsi Aceh. Oleh karena itu, pemerintah provinsi Bengkulu dengan kesigapan dan semangat tinggi menyambut beroperasinya tol trans sumatera  dengan berupaya membangun alternatif agar provinsi Bengkulu tidak semakin terisolir yaitu dengan membangun tol provinsi Bengkulu-tol trans Sumatera, bbrp waktu lalu telah dilakukan peletakkan batu pertama pembangunan tol kota Bengkulu-kota Lubuk Linggau (Sumsel).

Dari wilayah lain seperti dari pulau Jawa menuju provinsi Bengkulu bisa melalui darat dengan menggunakan kendaraan pribadi motor atau mobil atau bus yaitu SAN Travel, Putra Rafflesia dan lainnya dengan estimasi waktu dari ibukota negara Jakarta sekitar 24 jam. Bila sudah tersambung dan terintegrasi tol trans Sumatera dari tol Lubuk Linggau-Kota Bengkulu, diperkirakan dapat menghemat waktu setengah perjalanan hanya sekitar 12 jam. Selain itu dari wilayah Sumatera lainnya tersedia bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi). Dari Sumatera Barat menempuh waktu sekitar 12 jam, dari kota Jambi menempuh waktu sekitar 8 jam, begitu juga dari kota Palembang sekitar 8 jam. Selain itu, perjalanan ke kota Pekanbaru-Riau, kota Medan-Sumut, dan bahkan Aceh bisa menggunakan jalur darat.

Bilamana menggunakan jalur udara dari Bandara Internasional Soetta-Bandara Internasional Fatmawati Seokarno hanya membutuhkan waktu 1 jam. Dari Jambi, Palembang, Batam dan wilayah lain sudah tersedia juga rute penerbangan komersil.
Kemudian, bila menggunakan kapal laut dari merak-Bakauheni-Pulau Bay diperkirakan memakan waktu sekitar 2 malam 3 hari perjalanan.

Provinsi Bengkulu secara geografis merupakan wilayah beriklim tropis terbentang lautan dari perbatasan Bengkulu-Lampung sampai perbatasan Bengkulu-Sumatera Barat serta berada di kawasan pegunungan bukit barisan. Provinsi Bengkulu berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat (Kabupaten Painan), provinsi Lampung (Kabupaten Liwa), provinsi Jambi (Kabupaten Sorolangun), provinsi Sumatera Selatan (Kabupaten Pagar Alam, Kabupaten Musi Rawas, dan Kota Lubuk Linggau). 

Provinsi Bengkulu pada tahun 1968 memiliki 3 kabupaten dan 1 kota yaitu Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Bengkulu Utara, dan Kabupaten Bengkulu Selatan serta Kotamadya Bengkulu. Lalu, pada tahun 2003 melalui Otonomi Daerah dipecah menjadi beberapa kabupaten yaitu Kabupaten Rejang Lebong dimekarkan menjadi kabupaten Rejang Lebong, kabupaten Lebong, dan Kabupaten Kepahiang. Kabupaten Bengkulu Selatan dipecah menjadi kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Kaur, dan kabupaten Seluma. Sedangkan, kabupaten Bengkulu Utara pecah menjadi kabupaten Muko-Muko dan Kabupaten Bengkulu Utara. Kemudian Kabupaten Bengteng berdiri tahun 2008 merupakan pecahan dari kabupaten Bengkulu Utara. Sejak 2008, Lembak (Padang Ulak Tanding) sudah diajukan ke pemerintah pusat sebagai calon Kabupaten berpisah dari kabupaten Rejang Lebong.

Bila akses menuju Bengkulu sudah terbuka lebar baik melalui darat, laut dan udara. Maka tugas pemerintah dan masyarakat adalah mengoptimalkan promosi agar kunjungan dan kedatangan wisatawan dari wilayah lain akan signifikan yaitu dengan bersolek dan melayakkan diri sebagai salah satu provinsi tujuan utama destinasi pariwisata dan lainnya. Dari segi letak sangat strategis, lautan menghadap langsung ke Samudera Hindia, sangatlah tepat pemerintah provinsi Bengkulu dan pemerintah pusat beberapa waktu lalu mencanangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pulau Bay dengan status menjadi pelabuhan perdagangn internasional menuju pintu gerbang utama kawasan pulau Sumatera. 

Jakarta, 18/09/2019

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pintu Gerbang Utama Pulau Sumatera"

Posting Komentar