Menggagas Wacana Kota Madya Curup


Oleh: Andriadi Achmad

KOPICURUP,ID - Pada tahun 1968 ketika Provinsi Bengkulu resmi berdiri dan berpisah dari provinsi induk Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), pada saat itu terdapat 3 kabupaten dan 1 kota sebagai pelengkap persyaratan administrasi agar bisa menjadi sebuah provinsi yaitu kabupaten Rejang Lebong, kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Bengkulu Utara serta Kotamadya Bengkulu.

CURUP merupakan ibukota kabupaten Rejang Lebong. Secara topografis dan geografis Curup terletak di wilayah pegunungan dengan hawa yang begitu dingin dan sejuk. Sehingga Curup terkenal dengan sebutan kota Idaman (Indah dan Aman). Bahkan, hampir setiap tahun kota Curup mendapatkan prediket piala ADIPURA dari pemerintah pusat.

35 tahun setelah  berdiri kabupaten Rejang Lebong, baru di tahun 2003 melalui semangat Otonomi Daerah (Otda) kabupaten Rejang Lebong dipecah menjadi Kabupaten RL, kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Lebong. Bahkan sejak 2008,  salah satu calon kabupaten Lembak yang terletak di daerah Padang Ulak Tanding (PUT) berbatas langsung dengan kota Lubuk Linggau - Sumsel. Sampai saat ini, belum juga terpenuhi untuk dimekarkan dari kabupaten Rejang Lebong, terkendala moratorium pemekaran daerah.

Pasca pemekaran Rejang Lebong menjadi 3 kabupaten. Tentu secara kewilayahan semakin berkurang dan semakin sempit, apatah lagi suatu saat kabupaten Lembak berdiri sendiri. Semakin mengecilnya wilayah kabupaten Rejang Lebong, maka perlu digagas dan dikaji secara mendalam kesiapan Rejang Lebong menjadikan Curup untuk berdiri menjadi salah satu Kotamadya. Nama kabupaten Rejang Lebong dihibahkan ke Lebong yang lebih pas memakai nama kabupaten Rejang Lebong.

Kota Curup sudah sangat populer dan memiliki keunggulan dalam bidang pendidikan bila dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain, hal ini di tunjukkan dengan prestasi siswa-siswi dari SMAN 1, SMAN 2 dan SMAN 4 yang kerapkali lulus  kuliah di universitas favorit  di tingkat nasional yaitu di UI, UGM, ITB, ITS dan lainnya. Selain itu, di kota Curup terdapat sekolah tinggi yaitu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Poltekkes Negeri Curup, Universitas Pat Petulai (UPP), Politeknik Rafflesia, dan lain-lain.

Sehingga Kota Curup populer dengan julukan kota pelajar. Tidak hanya pelajar dan mahasiswa berasal dan dominisi di Curup dan sekitarnya. Akan tetapi berasal dari wilayah sumsel, jambi, lampung dan sekitarnya. Selain itu, di Curup juga banyak terdapat destinasi pariwisata seperti danau Harum Mas Bastari, Taman Bunga, Bukit Kaba, Suban Air Panas, air terjun dan lain sebagainya.

Curup secara administrasi sudah memenuhi unsur untuk menjadi sebuah Kotamadya. Dimana sektor pendidikan, pelayanan jasa, pariwisata dan kuliner, serta ekonomi kreatif sudah tumbuh dan berkembang, bahkan kota Curup merupakan jalan lintas dari kota Bengkulu menuju daerah lain. Letak kota Curup sangat strategis dan potensial menjadi kotamadya. Oleh karena itu, perlu diwacanakan dan diusulkan melalui perwakilan kita di senayan DPR dan DPD RI.

Bersambung...

(Jakarta, 17/09/2019)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menggagas Wacana Kota Madya Curup"

Posting Komentar