Spirit of Life: Cara Perupa Memaknai Kehidupan Lewat Pameran

kopicurup.id

KOPICURUP,ID
- Suasana Cafe Juna Coffee Jalan Batu Galing, Curup Tengah Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu malam (17/10/20) sedikit berbeda dari malam-malam biasanya. Sekira 20 lukisan berjejer memenuhi dinding cafe yang kini telah bermetamorfosa menjadi House of Art atau rumah untuk para seniman. Iya, ownernya Kharizal Aryo telah mendedikasikan Juna Coffee untuk para seniman berkumpul mengekspresikan karya-karyanya.

Sabtu malam Minggu itu, menjadi awal perwujudan Juna Coffee sebagai House of Art, melalui pameran tunggal perupa Rohman bertajuk Spirit of Art yang akan berlangsung hingga 31 Oktober 2020 mendatang. Sekaligus pula mencatatkan sejarah sebagai tempat pertama digelarnya Pameran Seni Rupa di Kabupaten Rejang Lebong.

Pameran tunggal Rohman dibuka oleh performance art Pantomim oleh Iman Kurniawan (Teater Senyawa) berkolaborasi dengan Ferry seorang gitaris dengan sound audio eksperimentalnya dan juga turun langsung sang perupa memainkan jemarinya melukis di atas kanvas. Mendeskripsikan proses kehidupan manusia yang selalu menjaga spirit dan mampu bertahan hingga saat ini. Turut memandu acara MC kondang, Etha.

Kepada kopicurup.id, sang perupa Omen --sapaan akrab Rohman-- mengatakan, manusia dengan berbagai macam persoalan yang dihadapinya harus tetap menjaga spirit, agar tubuh tidak lemah tak berdaya. Apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 yang entah sampai kapan ini, spirit itu mesti selalu dibina. Para petani harus tetap ke ladang, para pedagang harus terus berjualan, seniman tetap berkreativitas dan berkarya bagaimana pun caranya. 

"Pameran seni rupa ini menjadi upaya mengejawantahkan sikap dalam menghadapi samudera yang tengah diarungi. Menghadirkan karya-karya yang dilahirkan di kota yang sejuk bernama Curup. Karya yang akan dipamerkan merupakan presentasi pencapaian dalam proses berkarya dan penalaran terhadap imajinasi, perasaan dan fenomena lingkungan yang dihadapi," ungkan Omen.

Lingkungan kehidupan Kota Curup menjadi inspirasi setiap karya lukisnya. Seperti salah satu karya yang dipamerkan berjudul "Perempuan Pemetik Kopi" yang menjadi bagian dari lingkungan sehari-harinya. Dari hasil kopi itu lah, kini anak-anak para petani kopi itu tumbuh besar dan dewasa dengan profesinya masing-masing. Ada yang menjadi pejabat pemerintahan, ilmuwan, pengusaha, dosen, guru, jenderal dan sebagainya. Hal tersebut bisa digapai karena selalu menjaga spirit. Jika direnungkan lebih dalam lagi, spirit merupakan perwujudan dari keikhlasan dan kepasrahan kepada Sang Pencipta, penentu kehidupan. 

Sebagi aktualisasi dan eksistensi Rohman terlibat diberbagai pameran nasional ataupun internsional, juga mengikuti ajang pameran yang bersifat undangan dan komunitas.

Sebagai bentuk kebersamaan dan menjalin hubungan dengan perupa dari daerah lain Rohman tercatat dengan komunitas seni rupa. Membuat kegiatan pameran yang bersifat offline ataupun online. 

"Saya ingin mengenalkan kepada masyarakat Rejang Lebong bahwa karya lukis juga ada dalam bentuk yang lain. Tidak selalu berbentuk pemandangan. Di samping itu, harapan saya pameran ini menjadi momentum bagi perupa lainnya di Rejang Lebong untuk bersama-sama berkarya dan mempresentasikannya kepada masyarakat melalui pameran," demikian Omen.

Penulis: Iman Kurniawan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Spirit of Life: Cara Perupa Memaknai Kehidupan Lewat Pameran"

Posting Komentar