Menguak Mitos Sejarah Gunung Emas

Kabupaten Lebong Emas (Bagian 2)

Oleh: Andriadi Achmad

KOPICURUP,ID - Mitos sejarah Gunung Emas di kabupaten Lebong memberikan makna bahwa begitu besarnya kekayaan alam dimiliki. Emas merupakan parameter ukuran nilai uang dan kekayaan. Konon dahulu kala, sebelum adanya uang kertas, emas adalah nilai tukar digunakan dalam aktifitas sehari-hari. Bahkan emas, sudah diakui secara global memiliki nilai tukar relatif stabil daripada uang kertas. Sehingga investasi emas saat ini menjadi trend di tengah masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Gunung Emas di Kabupaten Lebong, menjadi bukti sejarah bahwa benar adanya cerita legenda ini ditunjukkan dengan bukti bahwa pangkalan utama kolonial Belanda pada saat menjajah tanah rejang adalah di muara aman kabupaten Lebong. Tentunya, Belanda punya alasan tersendiri dengan memilih jantung kabupaten Lebong sebagai pangkalan utama. Bisa saja salah satu alasan yaitu sumber daya alam berupa kekayaan emas yang tersimpan untuk diekploitasi, kemudian dikirim ke negara penjajah tersebut.

BACA JUGA: Kabupaten Lebong Emas (Gunung Emas, Lumbung Padi dan Danau Ikan

Walaupun sampai saat ini, ekploitasi emas di kabupaten Lebong masih menggunakan cara konvensional yaitu menggunakan mesin tradisional glundung dalam memisahkan antara emas dan bebatuan yang melekat. Akan tetapi, sejak puluhan tahun lalu (1908) tambang emas tradisional ini di ekploitasi sampai dengan saat ini. Tak berlebihan kita simpulkan bahwa benar adanya kandungan emas di gunung-gunung kabupaten Lebong, jumlah secara kuantitas belum dapat kita ketahui secara pasti.

Oleh karena itu, untuk membuktikan bahwa gunung emas dimiliki Kabupaten Lebong, perlu dilakukan kajian ilmiah dan science secara mendalam agar bisa mengukur potensi kekayaan emas tersebut. Hal ini, bisa dilakukan melalui kerjasama antara Universitas Bengkulu atau universitas lain yang memiliki jurusan pertambangan (ITB, UGM, Unsri, UPN Veteran Yogyakarta, dan lainnya) dengan pemerintahan daerah kabupaten Lebong.

Potensi kekayaan alam dan tambang emas di kabupaten Lebong, bila terbukti kebenarannya. Maka bisa untuk menarik investor melakukan eklploitasi secara modern agar kandungan emas yang ada digunung kabupaten Lebong dapat diambil dan dikelola dengan baik. Besar harapan kita dari kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat kabupaten Lebong.

Seperti diketahui di Kabupaten Lebong terdapat sejumlah lokasi tambang emas, di antaranya di Lebong Tambang atau dikenal Lobang Kacamata berlokasi di Kecamatan Lebong Utara. Potensi emas di kecamatan ini sudah ditambang rakyat sejak 1908 lalu sampai sekarang.

Selain itu, lokasi tambang emas di Tambang Sawah, Kecamatan Pinang Belapis. Kandung emas di daerah ini cukup besar. Setiap hari masyarakat lebong mencari emas di dua tambang ada sekitar 4.000 orang. Apalagi sekarang harga emas sedang bagus dan hasil tambang cukup baik, sehingga setiap hari ribuan masyarakat Lebong mencari nafkah di dua tambang tersebut.

Sebagaimana diketahui, para penambang tradisional mencapai ribuan orang di Kabupaten Lebong, para penambang ini perlu dibina dalam suatu wadah resmi, sehingga pendapatan mereka akan meningkat, meski pengelolaan emas di Kabupaten Lebong nantinya diserahkan ke investor, tapi keberadaan penambang tradisional tetap dipertahankan karena kegiatan ini sudah menjadi pekerjaan turun temurun bagi masyarakat setempat.

Harapan kita semua, agar pemerintahan daerah kabupaten Lebong melalui program kerja untuk memulai melakukan kajian dan penelitian potensi kandungan emas yang tersimpan di gunung-gunung kabupaten Lebong. Selain itu, menggaet investor baik dalam maupun luar negeri menjadi pekerjaan besar nantinya jika terbukti kandungan gunung emas di kabupaten Lebong. Tak kalah penting, kolaborasi antara penambang tradisional dan penambang profesional untuk memperoleh hasil yang maksimal agar kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat lebong menjadi maksimal. Semoga...!

Jakarta, 22 September 2019

Subscribe to receive free email updates: