Kisah Aneh tapi Nyata Dialami Sarpawi, Praktisi Silat Harimau dari Rejang Lebong

Kisah Aneh tapi Nyata Dialami Sarpawi, Praktisi Silat Harimau dari Rejang Lebong
Sarpawi di kediamannya

KOPICURUP.ID
- Silat Harimau, merupakan salah satu cabang beladiri tradisional asal Tanah Rejang yang masih eksis hingga saat ini.

Yang menarik, menurut kisah para murid yang mengikuti Silat Harimau, mereka dapat merasakan dukungan dari makhluk halus berwujud harimau yang disebut sebagai 'sahabat halus'.

Pengalaman unik ini dialami langsung oleh Sarpawi, seorang praktisi Silat Harimau dari Desa Dusun Sawah, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

BACA JUGA: Kurang Diminati, Sastra Rejang Terancam Punah

Sarpawi yang kini berusia 70 tahun, membagikan kisahnya tentang pengalaman saat ia masih muda di Sentiong, Kota Bengkulu. Ketika itu, ia tengah berkendara sepeda motor Vespa bersama seorang temannya, tanpa dia ketahui ternyata temannya membawa narkoba jenis ganja yang disimpan di dalam box motor Vespa. Tiba-tiba, mereka dihentikan oleh tujuh petugas polisi.

"Saat itu saya sangat terkejut dan panik. Beberapa petugas polisi menodongkan senjata jenis pistol ke arah saya, meminta agar saya menyerahkan diri," cerita Sarpawi.

Meskipun Sarpawi sebenarnya tidak bersalah, ia terpaksa terlibat dalam situasi tersebut, ulah temannya yang terlibat dalam tindakan ilegal tersebut. Karena situasi yang genting dan rasa panik, ia spontan memanggil 'sahabat halusnya' yang diperolehnya saat berlatih Silat Harimau dan memegang gelar Raja Belang, yang konon adalah sosok harimau halus.

Ketika Sarpawi memanggil Raja Belang, ia melihat temannya berhasil mengalahkan lima orang petugas polisi yang berusaha menangkap mereka. Sarpawi kemudian memberi tahu dua petugas polisi lainnya agar membantu teman-temannya yang telah dikalahkan.

"Perhatikan teman-temannya pak, tolong bantu saja mereka. Saya tidak akan melarikan diri," ujar Sarpawi kepada petugas di sebelahnya.

BACA JUGA: Jenis-jenis Sanksi Adat Masyarakat Rejang

Dua petugas yang tadinya menahan Sarpawi akhirnya bergabung untuk membantu teman-temannya yang terlibat dalam pertarungan. Pada saat itulah, Sarpawi melihat peluang untuk melarikan diri.

"Saya lari dan bersembunyi di sebuah rumah sewa yang memiliki sembilan pintu. Ada pagar setinggi kepala manusia yang memisahkan antara rumah-rumah bedengan. Tanpa disadari, saya melompati pagar tersebut satu per satu, persis seperti gerakan harimau," ungkap Sarpawi.

Polisi terus mengejar ke rumah bedeng, lalu ia melarikan diri ke sebuah area tanah kosong seluas sekitar 15 x 20 meter yang terletak di tengah rawa, hanya ditumbuhi semak belukar. Tidak lama setelahnya, jumlah petugas polisi yang bersenjata semakin banyak dan mengelilingi tempat persembunyiannya.

"Saya berbaring di balik semak-semak, hanya hidung saya yang terlihat. Namun, saya bisa dengan jelas melihat petugas yang mengelilingi tempat saya bersembunyi," ceritanya.

Meskipun petugas yang berjumlah puluhan itu mendekati dengan sangat hati-hati, setelah berjarak sekitar 3 meter dari tempat Sarpawi bersembunyi, terdengar suara dari pemimpin mereka yang berkomunikasi melalui Handy Talky (HT). Mereka melaporkan bahwa tidak ada siapa-siapa di area tanah tersebut. Akibatnya, Sarpawi selamat dari kejaran petugas.

Namun, perjalanan pelarian Sarpawi tidak berhenti di sana. Ia kembali ke Desa Dusun Sawah, Kabupaten Rejang Lebong, dengan berjalan kaki, melewati hutan belantara di Bengkulu Tengah (dulu Bengkulu Utara). Kemudian dia melanjutkan pelarian ke Ibukota Jakarta dan hidup dalam pelarian selama 6,5 tahun.

BACA JUGA: Tradisi Masyarakat Rejang: Bekulo, Meninggikan Martabat Manusia

Selain pengalaman ini, Sarpawi juga menceritakan berbagai pengalaman aneh yang dialaminya ketika merasa terdesak. Meskipun tidak memanggil sahabat halusnya, makhluk halus tersebut seringkali datang dengan sendirinya.

Menurut Sarpawi, ada empat jenis Silat yang berkembang di Kabupaten Rejang Lebong, yaitu Silat Harimau, Silat Terlat, Jang pat petulai, dan Silat Bedendang. 

1. Silat Harimau

Silat Harimau pertama kali yang diajarkan oleh guru besar bernama Dulah Ketaun, memiliki ciri khas yang unik dengan pertolongan dari makhluk halus berwujud harimau. 

Gelar dalam Silat Harimau diberikan oleh guru yang dirasuki makhluk halus saat berlatih di pelabar. Sebutan pelabar, mengambil nama tempat di mana makhluk halus berjenis harimau dikatakan berdiam di sebuah gunung.

Sarpawi sendiri bergelar Raja Belang, yang merupakan hasil dari amanah yang diberikan oleh sahabat halusnya melalui sang guru.

Silat Harimau ini memiliki 24 jurus induk atau tangkap 24 dan prinsipnya adalah menunggu, tidak pernah menyerang lebih dulu. Selain itu, sesama pelaku Silat Harimau tidak boleh saling bertarung, meskipun tidak satu perguruan, sesuai dengan sumpah yang pernah ada di antara mereka.

Selain Dulah Ketaun, ada juga nama-nama guru besar lainnya yang memegang amanah sebagai guru Silat Harimau, seperti Almarhum Zaini dan Almarhum Dani dan seorang guru yang namanya tidak populer, sebab tidak mengajar, hanya digunakan untuk diri sendiri.

2. Silat Terlat 

(Penulis tidak memiliki data)

3. Jang pat petulai, dan 

(Penulis tidak memiliki data)

4. Silat Bedendang 

Silat Bedendang dibawa dari Bengkulu Selatan, yang memiliki gerakan mirip dengan tarian-tarian. Guru besarnya bernama Kebat Ati (Almarhum).

Demikianlah kisah tentang Silat Harimau dari Tanah Rejang serta berbagai macam Silat yang berkembang di Kabupaten Rejang Lebong.***

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close